• info@shirathal-mustaqim.org

http://shirathal-mustaqim.org

Ayat Al-Qur'an hari Ini


فَٱدْعُواْ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ
يَوْمَ هُم بَٰرِزُونَ ۖ لَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِنْهُمْ شَىْءٌ ۚ لِّمَنِ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
ٱلْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ ٱلْيَوْمَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ´Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

Hadits hari Ini


Mutiara Salaf


Syaikhul Islam رحمه الله berkata: “Bahkan terkadang orang yang menginginkan kebenaran itu tersesat dari kebenaran dalam keadaan dia telah bersungguh-sungguh mencarinya tapi tidak berhasil. Maka dia tidak dihukum. Dia telah mengerjakan sebagian perkara yang diperintahkan, maka dia mendapatkan pahala atas ijtihad dia, sedangkan kekeliruannya yang dia tersesat di dalamnya dari hakikat perkara tadi akan diampuni. Dan banyak dari mujtahidin salaf dan kholaf telah mengatakan sesuai atau melakukan sesuatu yang ternyata hal itu adalah bid’ah dalam keadaan mereka tidak mengetahui bahwasanya itu adalah bid’ah, bisa jadi karena hadits-hadits yang lemah dan mereka mengiranya shohih, atau bisa jadi karena adanya ayat-ayat yang mereka memahaminya dengan pemahaman yang tidak Alloh inginkan, dan bisa jadi karena suatu pendapat yang dipandangnya, sementara dalam masalah tadi ada nash-nash yang tidak sampai pada mereka.

Syaikhul Islam رحمه الله
Majmu’ul Fatawa”/19/hal. 192